Kamis, 09 Mei 2013

Tugas 4

Diposting oleh eva di 16.27

Tindakan yang Dilakukan Bank Indonesia jika Peredaran Uang dianggap sebagai timbulnya Infalsi.

Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation). Bank Sentral di Indonesia dinamkan Bank Indonesia (BI). Tugas Utama B.I ini dalam masalah inflasi adalah:  

Ø Menetapkaan Kebijakan Moneter.
Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Penetapan tingkat inflasi rendah sebagai tujuan akhir kebijakan moneter akan menjadi nominal anchor berbagai kegiatan ekonomi.  
Strategi yang digunakan oleh BI dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah:
1.  Mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter.
2.       Menentukan sasaran akhir kebijakan moneter.
3.       Mengindetifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi.
4.       Memformulasikan respon kebijakan moneter.
Ø Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (memelihara kestabilan nilai rupiah).
Stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan  tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia. Yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi.Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan, sedangkan tekanan inflasi dari sisi penawaran (bencana alam, musim kemarau, distribusi tidak lancar, dll) sepenuhnya berada diluar pengendalian BI. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan. Selanjutnya nilai tukar rupiah sepenuhnya ditetapkan oleh kekuatan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar. Apa yang dapat dilakukan oleh BI adalah menjaga agar nilai rupiah tidak terlalu berfluktuasi secara tajam.
BI mengontrol tingkat inflasi dengan cara Seperti dikemukakan diatas bahwa kontrol BI atas inflasi sangat terbatas, karena inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu, BI selalu melakukan assessment terhadap perkembangan perekonomian, khususnya terhadap kemungkinan tekanan inflasi. Selanjutnya respon kebijakan moneter didasarkan kepada hasil assessment tersebut. Perlu disampaikan pula bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi ini.


Faktor Utama yang Menyebabkan Timbulnya Perdagangan Internasional.

Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasioal sebenarnya banyak, entah itu dari SDM dan SDA nya , entah itu dari sistem pemerintah suatu negara untuk memperluas pasar global, entah itu dari permintaan masyarakat (konsumen) di suatu negara, dan setiap negara pasti melakukan perdagangan internasional.
Di bawah ini adalah Faktor Utama Penyebab Perdagangan Internasional, yaitu:

Perolehan Barang yang Tidak Diproduksi  di Dalam Negeri.

Faktor ini pemicu terjadinya perdangan internasional , sebab barang yang dibutuhkan masyarakat sebagai pelaku konsumen tidak di produksi di dalam negrinya sendiri. Penyebab mengapa suatu barang tidak diproduksi di dalam negeri adalah :
1.  Tidak memiliki sumber daya alam yang diperlukan untuk memproduksi barang tersebut.
2. Tidak memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang mampu untuk memproduksi suatu jenis barang tersebut.
3. Banyakanya kebutuhan-kebutuhan penduduk akan barang yang ada di negara tersebut tapi mutu produk lokalnya kurang/tidak cukup baik.
4.   Industri-industri memerlukan bahan baku yang terbaik dan termurah, bahkan jika di luar negerinya sendiri dengan tujuan menekan biaya dan mengoptimalkan keuntungan
5.     Setiap negara memerlukan devisa sebagai tambahan Pendapatan Nasional.

 Hal ini menyebabkan masyarakat yang membutuhkan barang tersebut membeli di negara lain yang memproduksi barang yang dibutuhkan masyarakat tersebut demi tercapainya kepuasan konsumen. Karena jumlah masyarakat yang membutuhkan barang import tersebut banyak maka di negera tersebut akan melakukan perdagangan internasional dengan negara lain demi memperoleh barang yang tidak di produksi di dalam negri. Biasanya jenis barang yang di minati adalah tas, sepatu, baju, jam tangan, parfum yang ber-Merk yang tidak di produksi dalam negri, walaupun harganya mahal, konsumen tetap ingin mendapatkan barang tersebut demi menjaga kepuasan konsumen/masyarakatnya maka suatu negara tersebut melakukan perdaganga internasional.  Karena hal ini juga menguntungkan negara tersebut mendatangakan devisa sebagai tambahan pandapatan negara, maka terjadilah perdagangan antar negera atau disebut juga Perdagangan Internasional. Dan disini lah terjadinya Perdagangan Internasional.



Ciri-Ciri Suatu Negara yang Telah Berhasil Membangun Negara

1.     Sumber Daya Alam (SDA) di Manfaatkan secara Optimal
2.     Dapat Mengatasi Masalh Kependudukan
3.     Produktifitas Masyarakat Didominasi Barang-Barang Hasil Produksi dan Jasa
4.     Tingkat dan Kualitas Hidup Masyarakat Tinggi
5.     Ekspor yang Dilakukan Adalah Ekspor Hasil Industri dan Jasa
6.     Tercukupi Penyediaan Fasilitas Umum
7.  Kesadaran Hukum, Kesetaraan Gender, dan Penghormatan terhadap HAM Dijunjung Tinggi
8.     Tingkat Pendidikan Relatif Tinggi
9.     Tingkat Pendapan Peduduk Relatif Tinggi
10. Tingkat Kesehatan Sudah Baik



Benarkah Inflasi Selalu Merugikan?

Menurut saya , Inflasi tidak selalu merugikan. Semua itu tergantung tinggi-rendahnya inflasi, apabila inflasi rendah maka inflasi itu akan medatangkan keuntungan , sebab bisa menambahkan pendapatan negara, memamcu oarang untuk lebih bekerja keras untuk mendapatkan uang agar bisa di tabung dan berinventasi. Tetapi apabila Inflasi yang melonjak sangat tinggi akan mendatangakan kerugian , sebab semua harga jual naik drastis, perekonomian suatu negara juga kacau balau, ini membuat orang tidak bersemangat kerja , tidak menabung karena suku bunga yang sangat tingi, dan tidak berinvestsi karena resiko yang tinggi pula. Kesimpulannya adalah semua itu tergantung tinggi-rendahnya Inflasi.





Sumber:





0 komentar:

Posting Komentar

 

My Blog Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting