Selasa, 11 Maret 2014

Bank dan Lembaga Keuangan (Pertemuan 1)

Diposting oleh eva di 23.31
Lembaga Keuangan dan Bank

  • Lembaga Keungan

Ialah lembaga yang nyediakan jasa keuangan bagi para nasabahnya , dimana lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, dana pensiun, reksa dana, dan bursa efek). Lembaga keuangan contohnya : perbankan , credit union, aset menejemen, koperasi asuransi, dana pensiun dan lain-lain.
Disini akan dijelaskan degan mengambil contoh lembaga keauangan yaitu Perbankan



  • Bank

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.  Dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat.Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. Bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

1    1.       Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
2.       Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
3.       Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
4.       Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
5.       Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Atau dengan kata lain


Bank adalah perantara keuangan dimana bank akan memperoleh financing dari nasabahnya berupa sumber dana dan akan dialokasikan untuk investasi (penggunaan dari sumber dana tersebut ) untuk memperoleh keuntungan bagi bank tersebut. 




Berdasarkan fungsinya bank dapat dibagi menjadi :
  1. Bank Sentral
  2. Bank Umum
  3. Bank Pembangunan
  4. Bank Tabungan
  5. Bank Koperasi
  6. Bank Perkreditan Rakyat

Berdasarkan pemiliknya, bank dapat dibagi menjadi :
  1. Bank Milik Negara
  2. Bank Pemerintah Daerah
  3. Bank Swasta Nasional
  4. Bank Asing
  5. Bank Campuran

Kita sudah bahas sedikit tentang lembaga keungan dan bank. Sekarang kita bahas tentang BI.

Apa itu BI????????

Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuannya, BI memilliki 3 tugas yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.

“Tetapi tugas yang Ketiga BI sudah diambil alih oleh OJK ( Otoritas Jasa Keuangan).”

Berbicara mengenai kurs , kenaikan kurs sangat berdampak bagi keuangan suatu negara termasuk Indonesia . Salah satu dampak kenaikan kurs adalah inflasi dimana suatu harga mengalami kenaikan hingga tidak terkendali dan bila inflasi tidak cepat diatasi maka banyak penggangguran , phk besar-besaran , kemiskinan semakin melanda, kenaikan BBM yang menyulitkan masyarakat khususnya masyarakat kecil (berpenghasilan kecil) dan demo kenaikan gaji bagi buruh dan karyawan.
Tetapi sebenarnya yang merasakan kenaikan kurs adalah orang-orang kaya, karena saat kurus naik maka para importir akan rugi , dan sebaliknya jika kurs naik maka para eksportir akan untung (para petani , pengrajin, wirausaha, dll) .

Prinsip dari bank adalah RGEC ( Risk Government Eksportir Earning Capital )


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas warkat bank , dimana akan membandingan warkat bank satu dengan bank lain . sebagai contoh :

Bank A                   Bank B                      Bank C
Cek B 10               Cek A 15                    BG A 10
BG C 25                 BG C 20                    Cek B12

Cara menghitung :

Bank A                 Bank B                             Bank C
35                          35                                      22                                 
25                          13                                      45   
10                          12                                    -23

Maka dapat di simpulakan , warkat bank yang menang adalah bank B , dimana simpanan giro Bank B di BI tinggi.


Sekilas pembahasan tentang Lembaga keungan dan Bank



Sumber :
E.S Margianti dan Budi Hermana. 2011. Manajemen Dana Bank , Prinsip dan Regukasi di Indonesia.


0 komentar:

Posting Komentar

 

My Blog Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting